Mbahas resepsi nikah aja mungkin udah kelamaan, ini malah mo bicara mahar..
Gapapa deh.. kan blog-blognya sendiri; ;-p . Ada temen yang bilang, kalo ngasih mahar jangan Al-Quran, “abot sanggane” alias beban berat timpalnya. Karena berarti sang lelaki harus bisa mengajarkan serta benar-benar berpegang teguh pada Al-Quran dalam membina rumah tangga. Dan jawaban saya pun “why not..?” Justru menjadi tantangan buat kepala keluarga untuk bisa mewujudkannya.

Namun yang menjadi pilihan saya memang bukan Al-Quran, tapi Al-Hadist, yaitu hadist Sohih Muslim dan Sunan Nasa’i beserta seperangkat perhiasan dan alat sholat. Semoga perjelanan kedepan kehidupan kami senantiasa bersandarkan hukum Al-Qur’an dan Al-Hadist. Amiin..







No comments yet
Comments feed for this article