You are currently browsing the monthly archive for August 2008.
Alhamdulillah selesai juga workshop blogger pertama di Wisma Kebon Jeruk. Peserta 30an orang dan cukup antusias belajar WordPress online maupun di local host dan Blogger atau Blogspot. Semoga ada pertemuan workshop selanjutnya. berikut foto-fotonya saat pelaksanaan workshopdan saat ditutup dengan doa oleh Ustad Teguh Prayogo.


Foto “maksain” bersama Tamara Geraldine dan Irfan Hakim di Dufan sabtu kemarin

Besok mo ngikut family gathering dari kantor istri di Dufan. Padahal baru 3 minggu yang lalu barusa kesana. Jadi disempetin dulu nih upload sebagian foto-foto kemarin
. Postingnya simple itu ajah deh, capek, lagi banyak job bikin tutorial and nyiapin workshop. Ngasih judul postignya juga bingung nih, hehe..

Dilanjut lagi ceritanya nih. Tepat pagi hari 26 Juli 2008 beberapa jam sebelum acara ngunduh dimulai, kondisi fisik saya mulai membaik. Sehingga alhamdulillah acara pun bisa saya lalui dengan baik dan penuh senyum :-p . Berikut ini salah satu foto kita di “pelaminan kedua”. Acara syukuran yang dikemas sederhana ini juga disesuaikan dengan kostum kami yang sederhana pula. Tamu undangan lumayan banyak kurang lebih sekitar 500 orang. Namun sayangnya beberapa temen SMP, SMA dan temen kuliah yang berdomisili di Solo dan sekitarnya ga ada yang bisa dateng
. Di tengah-tengah undangan selain berkumpul keluarga besar kami, warga dilingkungan sekitar, rekan dan kenalan ortu, juga ga nyangka ada beberapa tamu spesial. Antara lain Bupati Wonogiri , Bp.Begug Purnomosidi, calon pasangan bupati Karanganyar Bp.Yulianto dan Bp.Kismiyadi (Yukismi), dan beberapa tamu kehormatan lainnya. Terimakasih dan Jazakumulohu Khoiro kami ucapkan atas kedatangan semuanya di acara “ngunduh” kemarin.

Sekarang mbalik lagi ceritanya
. Setelah acara resepsi pada hari Sabtu, besok sorenya kita langsung cabut ke Lembang yang jaraknya mungkin hanya sekitar 30km dari rumah. Nyampe di Lembang sudah petang dan kita langsung mencari-cari tempat penginapan. Setelah mengecek beberapa hotel dan vila, akhirnya pilihan jatuh ke Hotel Panorama Lembang. Karena memang weekdays, rate hotel pun bisa di’goyang’
. Dan pilihan kita akhirya memilih sebuah unit Rumah Kajoe, alias rumah kayu, karena memang semua bangunan dan aksesoris rumah dominan terbuat dari kayu. Bahkan sebagian kunci didalam rumah pun memanfaatkan balok kayu sebagai pengunci.

Dan disinilah mulai munculnya ‘cobaan’ berupa sakit diare akut yang akhirnya berkepanjangan. Tidak tahu pasti sebab dan asal muasalnya, entah hanya memang karena kecape’an, atau karena makanan. Yang jelas malam harinya setelah melahap sate kelinci dan jalan-jalan dengan motor mio di tengah dinginnya Lembang, mungkin semakin menambah bergeloranya isi perut
.
Keesokan harinya, sebelum kita memulai jalan ke Tangkuban Perahu, meski dengan kondisi perut yang ga menentu, kita memutuskan untuk bakal tetep stay untuk semalam lagi. Akhirnya pilihan jatuh ke Hotel Bambu di kota Lembang. Kita memilih kamar yang ada view di depan kolam renang.

Sejak siang perut rasanya sudah ok, jadi sepulang dari TB dan menuju Hotel Bambu, malemnya meluncur lagi untuk mencari makan. Karena dingin akhirnya pilihan menu jatuh ke capcay yang ternyata full saos sehingga kuahnya berwarna merah. Ternyata anggapan sembuh itu salah, sepulangnya diare kambuh lagi. Malam hari itu diputuskan bahwa paginya akan pulang dan malemnya akan langsung menuju Kota Solo Berseri dengan naik Kereta Api.







Recent Comments